


Buku "Diagnosis dan Tatalaksana Hernia" hadir sebagai panduan lengkap yang dirancang untuk menjembatani teori dan praktik. Dari pemahaman anatomi dasar hingga penanganan kasus kompleks dan gawat darurat, buku ini menyajikan pendekatan multidisiplin yang berbasis bukti ilmiah terkini.
Diterbitkan oleh CV Bravo Press Indonesia dan diedit oleh Dr. dr. H.M. Alsen Arlan, Sp.B. Subsp.BD(K), MARS, buku ini merupakan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan bedah di Indonesia.
Perkuat kompetensi Anda dalam mendiagnosis dan merujuk kasus hernia dengan tepat. Pahami kapan observasi cukup dan kapan intervensi bedah diperlukan.
Kuasai materi hernia secara komprehensif untuk persiapan UKMPPD dan rotasi klinik bedah. Dilengkapi latihan soal di setiap bab.
Referensi teknis mendalam untuk teknik operasi open dan laparoskopi, pemilihan mesh, serta manajemen komplikasi pasca-operasi.
Dari anatomi dasar hingga keterampilan klinis lanjutan — setiap aspek hernia dibahas secara mendalam.
Kolaborasi 7 ahli bedah berpengalaman yang menggabungkan keahlian klinis dan akademis.
Sp.B. Subsp.BD(K), MARS
Sp.B. FINACS
Sp.B., M.Kes, FINACS
Sp.B, FINACS, FACT, FICS
SpB. Subsp.KB(K), FINACS
Sp.B, FINACS
SpB, FINACS
Sp.B., Subsp.Ped(K)

Lakukan pembayaran via transfer bank ke rekening yang tertera di formulir pemesanan
Kirim bukti transfer ke WhatsApp admin untuk verifikasi pembayaran Anda
Setelah pembayaran dikonfirmasi, buku akan dikirim dalam 1-3 hari kerja + resi
Secara global, hernia merupakan beban penyakit yang substansial, memengaruhi jutaan individu setiap tahunnya. Di Indonesia, insiden hernia juga tinggi, menjadikannya salah satu penyebab utama kunjungan ke fasilitas kesehatan dan tindakan bedah elektif maupun emergensi.
Dampak klinis hernia bervariasi, mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga komplikasi serius yang mengancam jiwa seperti inkarserasi dan strangulasi. Pemahaman yang komprehensif tentang hernia adalah kompetensi inti bagi setiap tenaga medis.
"Strangulasi adalah keadaan gawat darurat bedah yang memerlukan intervensi segera untuk mencegah sepsis dan kematian."
— Sartelli et al., 2018

